Info Sekitar Kita

Ads 730 x 90

7 PROYEK REKLAMASI YANG SEDANG BERJALAN DI INDONESIA








7 PROYEK
REKLAMASI
YANG SEDANG
BERJALAN DI
INDONESIA

Apa saja 7 reklamasi yang telah
berjalan sukses di negara ini,
berikut latar belakang
masing-masing proyeknya

Proses reklamasi masih menjadi hal tabu di Indonesia. Padahal, reklamasi sudah berjalan dari 100 tahun yang lalu di kawasan barat Amerika Serikat, dan didukung oleh presiden Amerika saat itu. Di Indonesia, reklamasi sudah dicanangkan puluhan tahun silam oleh Presiden Soeharto, tapi beberapa di antaranya masih belum menemui keputusan yang tepat hingga saat ini.
Dengan masih diwarnai oleh pro kontra reklamasi, beberapa proyek reklamasi sedang berjalan di beberapa daerah ini. Berikut adalah 7 proyek reklamasi yang sedang berjalan di Indonesia.
Reklamasi Pantai Utara Jakarta
Kawasan pantai utara Jakarta direncanakan untuk melalui proses reklamasi darat. Lahan yang akan direklamasi mencakup 17 pulau. Beberapa perusahaan pengembang dalam proyek ini meliputi PT Muara Wisesa Samudera, PT Pelindo, PT Manggala Krida Yudha, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Jakarta Propertindo, PT Jaladri Kartika Ekapaksi, PT Kapuk Niaga Indah dengan total anggaran Rp. 83 triliun. Dua perusahaan pengembang yang sudah mendapatkan izin pada era kepemimpinan Fauzi Bowo adalah PT Muara Wisesa Samudera yang merupakan anak perusahaan dari Agung Podomoro Group, dan PT Kapuk Naga Indah, anak perusahaan Agung Sedayu Group.
Tujuan pembangunan setiap pulau memilik fungsi berbeda, beberapa di antaranya yaitu.
  1. Kawasan pertokoan tepi laut.
  2. Kawasan outdoor dengan background tematik.
  3. Kawasan taman burung (pengetahuan dan wisata).
  4. Kawasan olahraga terbuka dengan standar internasional.
  5. Kawasan olahraga air dan wisata pantai.
  6. Kompleks olahraga, rumah sakit pusat dan pengembangan olahraga internasional.
  7. Kawasan industri, perdagangan dna logistik.
  8. Kawasan lembaga jasa dan keuangan.
  9. Kawasan hunian, hotel, dan pusat belanja.
Hingga saat ini reklamasi Jakarta masih menuai pro kontra dari Pemprov Jakarta, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil di kementerian itu, Sudirman Saad mengatakan izin reklamasi itu bukan merupakan kewenangan kepala daerah, namun oleh Kementerian Kelautan. Reklamasi yang akan dilakukan pada 17 pulau belum pernah ada izin dari Kementerian.
Sementara Gubernur Jakarta, Ahok sangat mendukung projek reklamasi. Ahok berencana membangun Port of Jakarta dengan menggabungkan lima pulau sekaligus. Rencana tersebut terjadi setelah Ahok melakukan kunjungan kerja ke Rotterdam, Belanda pada akhir September lalu. Selain itu, Ahok juga berencana akan membangun rumah susun khusus nelayan di sekitar wilayah reklamasi.
Reklamasi Teluk Benoa Bali
Jalan tol Bali Mandara, Bali
Perusahaan pengembang reklamasi Benoa adalah PT Tirta Wahana Bali Indonesia. Tipe reklamasi ini adalah reklamasi darat dengan anggaran Rp. 30 triliun. Alasan dicanangkannya reklamasi Benoa adalah kerusakan alam yang terjadi di kawasan ini.
  1. Teluk Benoa menjadi tempat pembuangan sampah. Hal ini dikarenakan sedimentasi yang sudah sangat tinggi dan perubahan bentang alam.
  2. Terjadi penyumbatan di daerah hilir DAS (daerah aliran sungai) sekitar Teluk Benoa.
  3. Teluk Benoa sudah tidak lagi produktif karena keadaan teluk yang rusak parah. Hal ini diakibatkan endapan limestones bekas jalan tol yang tidak diangkat. Serta rembesan minyak dan oli dari kapal di pelabuhan Benoa yang terjadi setiap saat tanpa ada yang mengawasi. Sampai berapa lama kita membiarkan Teluk Benoa seperti ini?
  4. Terjadi pendangkalan yang amat sangat, dan sedimentasi sudah hampir menyentuh pesisir mangrove. Endapan lumpur rata-rata mencapai 16 meter.
  5. Terjadi luberan sampah di mana-mana akibat sumbatan DAS.
  6. Sudah tidak ada lagi biota laut, seperti ikan, kerang, udang dan lainnya yang bisa ditangkap nelayan di teluk saat lautsurut.
Namun, sumber lain mengemukakan bahwa Teluk Benoa memiliki ekosistem Teluk Benoa terdiri dari dua ekosistem besar yakni ekosistem mangrove dan ekosistem Padang Lamun. Ekosistem ini merupakan ekosistem terbesar di tanah Bali. Adanya pendapat yang berbeda mengenai kondisi Teluk Benoa saat ini selayaknya harus segera mendapatkan hasil pengkajian yang komprehensif.
Reklamasi Benoa dilakukan hanya karena kondisi teluk yang sudah rusak dan harus segera diperbaiki. Beberapa tujuan reklamasi Benoa adalah sebagai berikut.
  1. Kawasan nelayan dan pertokoan tepi laut.
  2. Kawasan hunian dan hotel mangrove eco chalet.
  3. Kawasan olahraga air dan waterfront.
  4. Kawasan taman botanical.
  5. Pulau Pudut, kawasan kultur dan pura.
  6. Kawasan pusat belanja.
Reklamasi Pantai Losari Makassar
Pantai Losari,Makassar
Tipe reklamasi yang dijalankan di daerah ini adalah reklamasi darat (pesisir). Pemanfaatan lahan reklamasi pantai atau penimbunan laut terjadi di pesisir kota Makassar mulai gencar dilakukan sejak awal tahun 2000-an. Namun berjalan lambat karena adanya pro kontra reklamasi. Pemkot Makassar juga membuat master plan rencana reklamasi kawasan strategis bisnis global terpadu Makassar yang pada akhirnya direspon oleh Pemprov dengan membuat rencana pembangunan Centre Point of Indonesia (CPI). Koordinasi Advokasi Kopel Indonesia, Musaddaq dikutip media menyebutkan, proyek CPI tanpa perencanaan di RPJMD 2008-2013.
Anggaran yang digunakan bukan dari APBN, namun menggunakan APBD. Proyek tersebut belum direstui pemerintah pusat, karena tidak melalui mekanisme persetujuan legislatif karena menimbun laut seluas 1.466,10 hektar. Sampai saat ini pro kontra reklamasi ini pun masih terjadi.
Dikutip dari Koran Tempo Makassar, beberapa pandangan reklamasi versi pemerintah propinsi, versi pemerintah Kota Makassar, dan versi Balai Pelestarian dalah sebagai berikut:
  1. Reklamasi pantai untuk menampung pedagang tidak cukup hanya dengan izin usaha pengelolaan lingkungan.
  2. Walau reklamasi sudah berjalan, pemerintah kota harus tetap mengkaji ulang untuk penerbitan AMDAL.
  3. Penimbunan garis pantai menyalahi Keputusan Menteri Nomor11 Tahun 2006 tentang Lingkungan Hidup.
Versi Pemerintah Kota
  1. Proyek reklamasi untuk menampung pedagang yang menempati lahan milik orang.
  2. Tidak perlu AMDAL karena luas penimbunan belum memenuhi syarat, hanya 83 meter persegi.
  3. Pemerintah kota bermaksud menata kawasan yang jorok menjadi rapi dan indah.
  4. Tidak akan dibangun hotel atau bangunan komersial.
  5. Di lokasi reklamasi tidak terdapat pengumuman larangan membangun dengan di area cagar budaya.
Versi Balai Pelestarian
  1. Tidak mempersalahkan proyek reklamasi sepanjang tidak ada pembangunan fisik.
  2. Balai Pelestarian tidak memperoleh informasi detail mengenai rencana reklamasi dari pemerintah kota.
  3. Tidak semua kawasan cagar budaya diberi papan pengumuman larangan membangun.
  4. Area reklamasi bekas lokasi mercu suar benteng dan masuk zona inti cagar budaya.
Reklamasi Pelabuhan Semayang Balikpapan
Pelabuhan Semayang
Proyek reklamasi pelabuhan Semayang Balikpapan di bawah perusahaan pengembang PT Pelindo IV Cabang Balikpapan, PT Pandega Citra Niaga , PT Sentra Gaya Makmur konsorsium antara Vico dan Helindo, PT Wulandari Bangun Lestari, PT Karunia Wahana Nusa, PT Sugico Graha, dan PT Avica Jaya Nusantara. Tipe reklamasinya adalah reklamasi darat dan laut. Reklamasi ini dimulai tahun 2016 dan direncanakan rampung tahun 2024. Total investasi yang diperkirakan saat ini adalah Rp. 27, 8 triliun.
Tujuan reklamasi Balikpapan yaitu untuk pembangunan beberapa area berikut.
  1. Area car terminal
  2. Area supply base
  3. Coastal road
Dikutip dari Banjarmasin Post, Coastal ini akan dibangun selebar 50 meter, kemudian ada pedestrian atau kawasan untuk pejalan kaki selebar 25 meter. Jalan itu akan menghubungkan Pelabuhan Semayang di wilayah selatan dengan Bandara Sepinggan di utara.
Pemkot saat ini masih mengurus izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Setelah itu, masing-masing investor harus memperoleh izin kerja reklamasi dari Kementerian Perhubungan.
Reklamasi Bandara Ahmad Yani Semarang
Bandara Ahmad Yani, Semarang
Proyek reklamasi Semarang untuk perluasan Bandara Ahmad Yani dibawahi perusahaan pengembang oleh PT Angkasa Pura. Tipe reklamasi ini adalah reklamasi darat. Dikutip dari Radar Semarang, jika umumnya dibangun di atas tanah solid, renovasi bandara ini justru merambah ke tanah lembek. Praktis, banyak kendala yang harus dihadapi agar memenuhi standar kekuatan fondasi yang kokoh.
Luas terminal yang direncanakan seluas 40.900 meter persegi, apron pesawat 61.344 meter persegi dan parkir seluas 43.500 meter persegi. Total luas lahan adalah 14.5 hektar.
Tujuan utama reklamasi ini adalah perluasan pembangunan terminal baru, apron pesawat dan parkir. Namun karena perluasan ini merambah ke daerah rawa, banyak kendala bahan baku yang masih terjadi.
Reklamasi Dermaga Logistik Balikpapan
Dermaga Logistik,Balikpapan
Pengembang proyek reklamasi Dermaga Logistik Balikpapan dibawahi langsung oleh TNI Angkatan Laut dan didanai oleh pemerintah daerah setempat. Anggaran reklamasi dermaga ini mencapai Rp. 180 miliar. Reklamasi pantai ini telah mulai dibangun pada September 2015 dan dicanangkan rampung tahun 2017. Tujuan pembangunan: Dermaga pendukung pelaksanaan operasi di wilayah Timur Indonesia, operasi menjaga keamanan, pertahanan laut RI. Dikutip dari Jakartagreater.com, Dermaga yang dibangun nanti, berada di Pantai Melawai, sekitar 500 meter dari Semayang.
Dermaga ini akan menjadi pendukung operasi di wilayah Timur Indonesia dan sangat membantu kapal-kapal perang dalam melakukan pembekalan ulang, sebelum beroperasi menjaga keamanan dan pertahanan laut RI, khususnya wilayah laut perbatasan serta Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Alur laut ini menjadi jalur pelayaran internasional yang memiliki potensi ancaman tinggi dan harus diwaspadai.
Reklamasi Teluk Palu Sulawesi Tengah
Jembatan Ponulele,Palu
Proyek reklamasi Teluk Palu ini di bawah perusahaan pengembang, PT. Yauri Properti Investama, PT Mujur Gemilang Abadi, dan PT Toloan. Tipe reklamasi yang digunakan adalah reklamasi darat (pesisir). Jumlah anggaran tidak diketahui pasti, namun menurut kabar yang tersiar anggaran mencapai kurang lebih Rp. 200 miliar.
Teluk Palu terbentang dari Donggala di ujung sebelah barat laut, melingkar membentuk huruf U menuju kawasan Pantai Barat Sulawesi Tengah di sebelah utara, melintasi Kota Palu. Sepanjang teluk ini, Anda akan disuguhkan pada pemandangan menarik berupa birunya laut yang nampak menyatu dengan warna biru langit, desir angin, pantai berpasir putih (di wilayah Kota Palu agak berbatu), dan rindang pepohonan (kelapa, ketapang, johar, bakau, dan lain-lain).
Direktur Operasional Perusahaan Daerah Kota Palu, Taufik Kamase berpendapat bahwa Teluk Palu memiliki potensi ekonomi yang tinggi sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal. Kawasan pantainya sangat indah. Namun, saat ini masih berantakan dan tak ada fasilitas yang baik untuk wisata. “Bayangkan saja, untuk mencari tempat kencing saja susah. Ini persoalan sepele namun harus dipikirkan.” ungkap Taufik kepada Antaranews. Secara umum, tujuan reklamasi Palu adalah sebagai berikut:
  1. Memperbaiki kawasan pantai menjadi lebih baik fasilitasnya.
  2. Menjadikan Kota Palu menjadi kota pariwisata yang baik, termasuk pusat perbelanjaan, hotel, ruko apartemen, dan tempat bermain.
Dikutip dari Jawa Pos, luas reklamasi mencapai 24,4 hektar dan dilakukan berdasarkan rekomendasi Pemda. Sementara peletakan batu pertama dilakukan oleh Wali Kota Palu sebelumnya, Rusdy Mastura. Namun, pro kontra masih terjadi di kawasan ini. Warga pesisir melakukan berbagai aksi tolak reklamasi, bahkan sebagian dari mereka mengancam akan memblokir proses pengurugan. Kecaman juga datang dari Walhi, karena khawatir habitat flora dan fauna di sekitar pantai akan terkena dampak buruk.
Hingga saat ini, hasil AMDAL dan pengkajian komprehensif mengenai reklamasi Palu masih belum jelas, sehingga proses reklamasi masih terhambat.

Sumber
http://www.ruangreklamasi.com/7-proyek-reklamasi-yang-sedang-berjalan-di-indonesia.html

Artikel Terkait

Tag : OOT
0 Komentar untuk "7 PROYEK REKLAMASI YANG SEDANG BERJALAN DI INDONESIA"

Ads

Ads 680 x 80
Back To Top