Info Sekitar Kita

Ads 730 x 90

Nge-Lab : Konfigurasi Point to Point Mikrotik

Langsung mulai lagi ngeblog karna tuntutan tugas nihh...
yahh semoga aja selesai semua tugas ane

(Ilustrasi)

Point to Point adalah
Point-to-Point adalah koneksi komunikasi wireless antara dua titik, dimana satu host terhubung hanya dengan satu client. Wireless Point-to-Point (P2P) biasanya menggunakan Antena Directional (Grid, Yagi, Sectoral, dsb). Penerapan Wireless Point-to-point pada Mikrotik membutuhkan lisensi RouterOS minimal level 3 dengan mode bridge – station.

Perangkat Mikrotik yang digunakan yaitu Mikrotik Outdoor yang memiliki ketahanan terhadap berbagai macam kondisi cuaca, misalnya menggunakan RB 433. Mikrotik ini nantinya akan dipasang di tower bersama antena directional nya.

Konfigurasi
  • Konfigurasi pada Access Point (AP)
Pertama, enable interface WLAN nya dulu.... 
Dengan cara klik Wireless pada winbox > klik tab Interface > klik wlan1 > klik tanda centang biru


Lalu klik kiri 2x pada interface wlan nya > Klik tab wireless
Ganti mode menjadi mode bridge

for your information..
Mode bridge digunakan sebagai Access point atau pemancar akan tetapi hanya bisa melayani satu client atau disebut juga dengan PTP (Point To Point), mode ini juga bisa kita gunakan untuk network yang sifatnya Routing ataupun Bridging. Untuk menggunakan mode ini perangkat Routerboard minimal memiliki lisensi level 3

Lalu ganti SSID sesuai yang anda inginkan. Lalu ganti Band, Channel Width, Frequency nya (sesuaikan dengan kebutuhan anda). 
Lalu di Apply > Ok


Kemudian tambahkan IP Address pada ether1. Ether1 adalah interface yang terhubung langsung dengan internet.
Lalu tambahkan lagi IP Address untuk interface wlan1 nya. (BELUM ADA GAMBAR)

Jika interface ether 1 sudah diberikan IP sekarang lakukan penyetingan DNS. Bisa menggunakan DNS Google 8.8.8.8 atau 8.8.4.4


Langkah berikutnya adalah melakukan penyetingan pada firewall NAT atau biasa disebut proses routing. Penyetingan ini berfungsi untuk membagi internet ke client.
Klik IP > Firewall > NAT > tanda Tambah (+) > pada Chain pilih srcnat & pada Out-interface pilih ether 1 > tab Action > pilih Masqurade > Apply > OK




Jika sudah langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan setting gateway. Hal ini harus dilakukan agar routerboard kita dapat terhubung ke internet (public).
klik IP > Routes > klik tanda Tambah > isikan IP gateway pada kolom gateway > Apply > OK.



Apabila semua langkah diatas sudah dilakukan berikutnya adalah melakukan pengetesan dengan cara Ping.



  • Konfigurasi pada client (station)
Hampir sama seperti yang di AP.
Yang membedakan jika di AP modenya bridge, kalau di Client modenya station.
Langkah selanjutnya klik scan


Wireless Mode station hanya bisa digunakan untuk membentuk network yang sifatnya routing, sehingga mode ini merupakan salah satu mode yang efektif dan efisian jika pada sisi wireless client/station tidak dibutuhkan bridging.
Pilih SSID yang telah dibuat di AP diatas. Lalu klik Connect.


Lalu setting IP Address pada Interface wlan1 dan ether2


Lalu isikan DNS dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Bisa menggunakan DNS Google 8.8.8.8 atau 8.8.4.4

Langkah berikutnya adalah melakukan penyetingan pada firewall NAT atau biasa disebut proses routing.
klik IP > Firewall > Nat > tanda Tambah > pada Chain pilih srcnat & pada Out-interface pilih wlan1 > tab Action > pilih Masqurade > Apply > OK


Jika sudah langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan setting gateway. Hal ini harus dilakukan agar routerboard kita dapat terhubung ke internet (public).
klik IP > Routes > klik tanda Tambah > isikan IP gateway pada kolom gateway > Apply > OK.


Apabila semua langkah diatas sudah dilakukan berikutnya adalah melakukan pengetesan dengan cara Ping.


Artikel Terkait

0 Komentar untuk "Nge-Lab : Konfigurasi Point to Point Mikrotik"

Ads

Ads 680 x 80
Back To Top