Info Sekitar Kita

Ads 730 x 90

Si Tukang Telat ( Inspirated By : @Della_JKT48 )



Guru sudah mulai mengabsen. Seperti biasa guru mengabsen dari paling atas, “albert!” panggil guru itu, “albert!” panggil guru itu lagi, “paling dia telat lagi bu!” celetuk fahri yg membuat sekelah tertawa, “gk boleh gitu, biar telat mulu tapi dia pinter kan” bales della diiringi cie dari seisi kelas. “udah udah, kita mulai aja pelajarannya” kata bu guru, “tunggu bu!” teriak suara dari luar, seperti biasa abet si tukang telat selalu membuat kegaduhan setiap pagi. “cepat sana duduk, ibu sudah capek menghukum kamu tiap pagi” kata bu guru kesal, “iya makasih bu, ibu cantik deh” jawab abet senang lalu duduk di samping fahri. 
“abet!” seseorang menepuk pundak ku dan membuat ku terkejut, “apaan?” ternyata itu adalah della. “lu kenapa telat terus sih?” tanyanya tiba tiba. “oh haha itu gw susah bangun, trus kalo gw telat bangun, jalanannya macet, jadi telat deh haha” jawab ku sambil cengengesan, “haha ketawa mulu, udah diomelin di tegor masih bisa ketawa, emang lu tuh ya unik banget” balas della lalu terdiam, wajahnya memerah. “lu kenapa dell? Kalap haha” ledek ku, “sial lu haha, eh gw minta nomer lu, biar pagi gw bisa bangunin lu, kan sayang lu pinter tapi gara2 telat jadi gk bisa ranking 1, masa lu kalah mulu dari gandes gara2 telat” della berkata dengan semangat, “ah elah gk penting ranking itu, yg penting gw bisa bagi bagi sama yg lain, baru itu bisa dibanggain” balas ku sambil mengetikan nomer di hp della. “yaudah deh gw makan dulu ya, laper” kata della sambil pergi, aku bingung dengan kelakuannya, selalu perhatian, aneh.
Semenjak itu abet jadi tidak pernah telat lagi, dia jadi sering komunikasi dengan della dan menjadi teman dekat.
Suatu hari.
“albert!” panggil bu guru, “albert!” panggil bu guru lagi, “telat lagi dia? Udah bagus gk telat telat” kata bu guru kesal, “yaudah saya skip dulu” katanya lagi. “si abet telat lagi kan, udah gw duga pasti tuh anak cuma bentar rajinnya” kata fahri pada gandess. “della!” panggil bu guru, “della!” panggil bu guru lagi, “della izin bu!” kata viny teman sebangkunya, bu guru melanjutkan mengabsen. Saat absen terakhir akan dipanggil, “Pagi bu!” abet muncul dari balik pintu, telat seperti biasa. Kali ini dia di hukum tidak boleh masuk kelas.
“lu ngapa telat lagi?” tanya gandess, “della gk nelpon gw tadi pagi, jadi gk ada yg bangunin gw, kemana tuh anak udah dari sabtu gk bisa di hubungin” kata abet kesal. “jadi itu rahasianya, cie dah, udah jadian? Asik” timpal fahri, “gk, dia cuma bantuin gw kok, gk mungkin dia suka sama gw, dia aja cakep banget” jawab abet lirih. “cie kan, naksir dia haha” kata fahri lagi, “udah udah mendingan kita masuk kelas aja” kata abet sambil pergi. Della tidak masuk seminggu, abet pun jadi telat seminggu, abet kesal pada della. “ah elah gara2 dia gw jadi telat lagi kan!”, “tanya viny aja della kemana, mungkin dia tau” timpal gandess. abet dan fahri pun bertanya pada viny, viny menjelaskan semuanya, bahwa della sakit dan dirawat di rumahnya, katanya della terkena anemia dan sudah parah. Mendengar itu abet terdiam, air matanya mulai membasahi bola matanya, dia pergi meninggalkan fahri dan keluar kelas.
Saat pulang, ia mendengar pembicaraan gurunya dan viny, dari yg ia dengar, della di rawat di rs kasih dan keadaannya memburuk. Abet langsung menuju ke rs tersebut dengan motornya, ia mengebut sambil menangis memikirkan keadaan della
Braaak! Abet tidak fokus dan terpleset, motornya terpental dan abet jatoh di jalanan, badannya berdarah darah penuh luka. Dia tidak mempedulikan lagi keadaannya, ia berlari tertatih kearah motornya dan mencoba motornya yg rusak parah. “sialan gk mau nyala!” umpatnya dalam hati, dia berlari kearah rumah sakit itu meninggalkan motornya. Yg ia ingin saat ini cuma bertemu della sebelum della tidak ada, ia yakin della tidak akan lama lagi.
“LOH DEEKK! Kamu kenapa berdarah darah?! Cepat perawat bawa ke UGD!” teriak satpam di depan rumah sakit. Semua orang di depan rumah sakit panik melihat abet berlari bersimbah darah, “diam, nanti saja ke UGDnya, sus di nama kamar della delila pasien anemia?” kata abet panik, “eh eh di di lantai dua ujung sebelah kanan, tapi mas harus ke UGD dulu mas!” kata suster itu. “mas!” “mas!” abet menghiraukan panggilan suster. Ia berlari menuju kamar della, darahnya menetes sepanjang jalannya.
“ini kamarnya?” abet langsung masuk, “della!” abet teriak memanggil nama della, keluarga della yg menjaga della terkejut dan berusaha menahan abet, “della! Ini abet del!” teriak abet lagi. “ma, aku mau ketemu abet” kata della lirih. “della kamu gk pa2 kan? Kenapa gk bilang kalo kamu sakit?” kata abet sambil menangis, “kamu yg kenapa bet? Berdarah semua gitu, aku gk mau kamu khawatir, sana kamu ke UGD dulu, biar mama aku yg urus, kamu gk usah pikirin aku, aku sebentar lagi juga pergi, semua udah tau itu” kata della lirih.  “jadi kamu sebentar lagi? Apa gk mungkin sembuh? Makasih del untuk 3 bulan ini, kamu udah ubah hidup aku dan bantu aku, aku janji gk bakal pernah telat lagi, aku janji gk bakal buat kerusuhan tiap pagi lagi, aku janji!” kata abet sambil pergi karena sudah di tarik untuk di rawat
Seminggu berlalu setelah kejadian itu, sekolah pun kembali seperti biasa, kesedihan masih sedikit menyelimuti mereka.
“Anak anak, ibu absen dulu ya!” kata bu guru pelan. “albert!” panggil bu guru, “albert!” panggil bu guru lagi, “dia gk bakal pernah telat lagi dia udah disini” kata della sambil memegang dada kirinya. Semua tersenyum sedih mendengar bu guru, rindu menyelimuti kelas tersebut. Abet telah pergi, meninggalkan kenangan yg tak terlupakan, hanya dia yg mampu membuat kegaduhan sekaligus menghilangkan keheningan di pagi hari. dia tak akan pernah telat lagi, karena jantungnya telah hidup di dalam della, siswi terajin yg tak pernah telat. Dia menepati janjinya. “tak akan pernah telat lagi”
tamat…

By : @albertchrstfr / #bet

Artikel Terkait

Tag : Fanfict, Ngidol, OOT
0 Komentar untuk "Si Tukang Telat ( Inspirated By : @Della_JKT48 ) "

Ads

Ads 680 x 80
Back To Top