Info Sekitar Kita

Ads 730 x 90

Keraton Yogyakarta Akan Gelar Pernikahan Putri Sultan


[Image: 111009bkeraton-yogya.jpg]

Keraton Yogyakarta akan menggelar pernikahan putri bungsi Sri Sultan Hamengku Buwono X, yakni Gusti Kanjeng Ratu Bendoro. Informasi yang didapat Liputan 6 SCTV, Ahad (9/10), pernikahan Gusti Kanjeng Ratu Bendoro dengan Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara bakal berlangsung mulai 16 sampai 19 Oktober mendatang.

Seperti putri-putri Sultan sebelumnya, acara pernikahan ini akan digelar di lingkungan Keraton Yogyakarta. Pernikahan dengan upacara tradisional adat Jawa, seperti tantingan, midodareni, panggih, tanpa koyo, dahar klimah, dan lain lain.

Hampir seluruh persiapan sudah selesai dilakukan. Kedua calon mempelai juga mengaku sudah menyiapkan diri, baik secara lahir maupun batin untuk menghadapi acara pernikahan agung ini.

Puncak acara pernikahan berlangsung pada 18 Oktober, yaitu ijab kabul dan diteruskan dengan resepsi. Acara resepsi yang akan digelar di Pendopo Kepatihan Yogyakarta diawali kirap tematen dengan menggunakan kereta kencana dari keraton melintasi Jalan Malioboro.(BOG)

--------

Sultan Sendiri yang Akan Menikahkan Putrinya

[Image: sri-sultan-hb-x.jpg?w=230&h=306]

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menikahkan sendiri putri bungsunya GKR Bendara dengan KPH Yudanegara di Masjid Panepen, Keraton Yogyakarta dengan mas kawin seperangkat alat solat dan sejumlah perhiasan.

Ijab qobul pernikahan putri Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara dengan KPH Yudanega tersebut, akan dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2011 pukul 07.00 WIB dengan dihadiri kerabat keraton dan keluarga kakung.

Menurut tata cara yang ada di Keraton Yogyakarta, ijab qabul akan dilakukan dengan bahasa Jawa. Pernikahan ini juga tidak dipimpin oleh penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, melainkan oleh pengulon atau penghulu khusus Kraton.

Menurut penghulu KUA Kecamatan Keraton, Ahmad Sakdiyah mengungkapkan, pada pernikahan Jeng Reni, panggilan akrab GKR Bendara, telah ditunjuk pengulon Keraton, yakni H Muksin Kamaludiningrat.

Dalam acara tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono X sendiri yang nantinya akan menikahkan putrinya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan beberapa perhiasan.

-------

Pengantin Dikirab Dengan Kereta Kyai Jongwiyat

[Image: detik_karetakyaijongwiyat.jpg]

Yogyakarta - Pasangan pengantin Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara dan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara akan dikirab menggunakan kereta milik Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, Kyai Jongwiyat. Kereta kencana yang dibuat di Belanda pada 1880 itu siap kembali bertugas.

Kereta Kyai Jongwiyat adalah peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VII dan saat ini disimpan di Museum Kereta di Jl Rotowijayan, Yogyakarta. Kereta dengan model terbuka bercat kuning gading itu sudah siap mengantar kedua mempelai dari keraton menuju Kepatihan. Kereta yang akan ditarik enam ekor kuda ini juga pernah digunakan saat pernikahan putri sulung Sultan GKR Pembayun.

"Kereta Kyai Jongwiyat untuk pengantin sudah siap digunakan," kata penanggungjawab kirab, GBPH Yudhaningrat disela-sela persiapan, Rabu (12/10/2011).

Selain Kyai Jongwiyat, ada empat kereta milik keraton yang akan digunakan untuk mendampingi saat prosesi kirab. Kereta tersebut diantaranya Kyai Permili dan Kyai Rotobiru. Kyai Permili akan digunakan untuk membawa enam orang penari yang akan menarikan tarian Bedoyo Penganten.

"Kyai Permili dengan model ada penutup atapnya khusus membawa para penari bedoyo," katanya.

Tiga kereta kuda lainnya akan digunakan untuk membawa utusan keraton, rombongan besan atau mertua dan rombongan para pangeran keluarga Sultan. Kereta-kereta tersebut sebagian besar adalah kereta dengan model atap terbuka. Kereta-kereta lainnya yang akan ikut kirab sebagian peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII atau setelah tahun 1900-an.

"Total ada 26 ekor kuda yang disiapkan untuk kirab. 8 ekor bantuan dari Yon Kavaleri (Kuda) Bandung, kuda milik keraton dan Pordasi DIY," kata Yudhaningrat.

Menurut dia, prosesi kirab sendiri akan dimulai pukul 15.30 WIB dari Regol Keben menuju Kepatihan yang berjarak sekitar 2 km. Jalur kirab yang akan dilalui adalah Jalan Rotowijayan, Jl Pekapalan sisi barat atau depan Masjid Besar Kauman, Jalan Trikora (simpang empat Kantor Pos Besar), ke utara melewati Jl Ahmad Yani, Jalan Malioboro dan masuk Kepatihan melalui pintu barat/depan.

Sebanyak delapan bregada prajurit keraton juga akan mengawal kirab. Sedangkan para penari Lawung Ageng yang akan menari saat resepsi di Kepatihan juga ikut dalam rombongan kirab tersebut.
-------

200 Angkringan Siap Rayakan Pernikahan Kerajaan

[Image: R9vdNe7VcY.jpg]
N Wijareni- A Ubaidillah

Sekitar 200 angkringan gratis akan disajikan di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta pada 18 Oktober mendatang, untuk menyemarakkan acara pernikahan putri bungsu Sultan Hamengkubuwono X.

Yulius Felicianus, salah satu panitia penyelenggara mengatakan, angkringan ini merupakan wujud rasa bahagia dari rakyat kepada Keraton Yogya yang tengah menyelenggarakan royal wedding antara GKR Bendara dengan KPH Yudanagera ini. "Selama ini rakyat memandang bahwa kepemimpinan Sultan Yogyakarta dapat membawa Yogyakakarta menjadi daerah yang damai dan tenteram. Angkringan ini menjadi wujud rasa hormat pada keraton Yogyakarta," terangnya.

Makanan dan minuman yang merupakan jajanan khas Yogya itu disajikan berasal dari seluruh warga Yogyakarta. "Setiap pengunjung bisa memakannya," ujar Yulius. Ternyata apresiasi warga Yogyakarta pada royal wedding tak sebatas pada angkringan. Masyarakat Manggarai, NTT, misalnya, pada Minggu (16/10) akan menyelenggarakan sebuah acara Pentas Seni Budaya Manggarai di halaman Puro Pakualaman. Salah satu acaranya adalah tabuh gendang, dimana para pemain akan adu ketrampilan atau merespon dalam menabuh gendang.

Makna saling merespon ini menunjukkan bahwa masyarakat Manggarai yang ada di Yogya juga merasa senang bahwa kedatangannya di kota Yogya disambut dan diterima baik. "Ini menunjukkan bahwa antara warga Manggarai dan warga Yogya lainnya saling menyapa, saling bahu-membahu, saling menjaga dan hidup harmonis sebagaimana irama yang ditimbulkan oleh gendang yang ditabuh itu," ujar Yulius.

Sementara itu pada 17-18 Oktober, para seniman akan menyelenggarakan malam sastra di benteng Vredeburg. Sepanjang pagi hingga siang, ada beberapa pentas tari dari berbagai daerah, seperti Barongsai, Reog Ponorogo, Angguk, dari Dayak, dan lain-lain.

Prosesi royal wedding Keraton Yogyakarta ini bakal dimulai sejak 16 Oktober. Berbagai upacara adat Keraton akan mewarnai prosesinya.


SOURCE

Artikel Terkait

Tag : OOT
2 Komentar untuk "Keraton Yogyakarta Akan Gelar Pernikahan Putri Sultan"

SMGA KEDUA MEMPELAI MNDPTKN KEBAHAGIAAN, SGR MENDPAT MOMONGAN. PROSESI YG SGT SPEKTAKULER. BANGGA SBG ANAK BGSA YG MEMPRTHNKAN TRADISI LUHUR YG ADILUHUNG NILAI2 BUDAYA BANGSA. DAN SMG BS BRTHAN HINGGA AHIR ZAMAN.SLM HORMAT

Ads

Ads 680 x 80
Back To Top